BackgroundBackground

Minggu Kerahiman Ilahi Mengajak Umat Tetap Percaya di Tengah Ketakutan

Oleh Edelways

13 April 2026

Minggu Kerahiman Ilahi Mengajak Umat Tetap Percaya di Tengah Ketakutan


Hari Minggu, 12 April 2026 merupakan Hari Minggu Paskah II, sekaligus Minggu Kerahiman Ilahi. Misa Kudus di Gereja Hati Kudus Yesus Katedral Surabaya seperti biasa berlangsung 1 kali di hari Sabtu yaitu pukul 18.00 WB, dan 5 kali di hari Minggu yaitu pukul 06.00, 08.00, 10.00. 16.30, dan 18.30 WIB.


Pada Misa pukul 10.00 WIB, Perayaan Ekaristi dipimpin oleh RD Alex Ate, dari Sorong, Papua Barat, Keuskupan Manokwari. Umat yang hadir memenuhi bangku-bangku di dalam gedung gereja, plaza dan aula Maria, hingga aula lantai 2.


Bacaan-bacaan Kitab Suci pada hari Minggu ini diambil dari Kisah Para Rasul 2:42-47, yang menceritakan gambaran kehidupan jemaat perdana yang percaya pada Kristus. Mereka hidup dalam pengajaran para rasul, dan sehati sejiwa dalam Ekaristi. Segala yang dimiliki menjadi milik bersama, sehingga semua jemaat memperoleh kesejahteraan dalam hidup bersama. Tuhan pun menambah jumlah mereka yang percaya setiap harinya, setelah mendengar pengajaran dan mukjizat yang dilakukan para rasul.


Sedangkan bacaan kedua, diambil dari 1 Petrus 1:3-9, yang menegaskan bagaimana iman akan Yesus yang bangkit telah melahirkan kita kembali dari antara orang mati kepada hidup yang penuh pengharapan. Iman kepada Kristus itulah harta warisan yang tidak dapat layu atau rusak, karena tersimpan di surga bagi kita yang percaya. Namun, iman itu menuntut pembuktian kemurnian iman, melalui berbagai ujian dan pencobaan di dunia, yang pada akhirnya akan memetik buah surgawi yaitu keselamatan jiwa.


Bacaan Injil Yohanes 20:19-31, menceritakan kisah penampakan Yesus kepada murid-muridnya, setelah Yesus bangkit dari mati. Selanjutnya, penampakan Yesus kepada Tomas yang sebelumnya ragu dan tidak percaya sebelum melihat langsung, meyakinkan Tomas bahwa Yesus sungguh telah bangkit dengan bekas luka-luka yang diperlihatkannya. Berbahagialah yang tidak melihat namun percaya, itulah iman yang diajarkan oleh Yesus kepada para murid.


Dalam homilinya, Romo Alex Ate mengajak umat untuk merenungkan makna dari kisah tersebut. Romo Alex mengingatkan bahwa dalam perjalanan hidup setiap manusia pasti akan mengalami masa-masa ketakutan, keraguan, dan kebingungan. Namun, di tengah semua situasi itu, umat diajak untuk tetap percaya dan tidak takut seperti yang dialami para murid setelah Yesus wafat.


“Kita tidak boleh takut, karena kita adalah anak-anak Allah,” ungkapnya dalam homili.


Romo Alex menegaskan, bahwa beriman bukan berarti tidak pernah ragu, tetapi bagaimana kita tetap memilih untuk percaya meskipun dalam keterbatasan dan ketidakpastian. Seperti Tomas yang akhirnya percaya setelah mengalami perjumpaan langsung dengan Yesus. Umat pun diajak untuk membuka hati dan mengalami kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.


Misa Minggu Kerahiman Ilahi ini menjadi saat yang baik bagi umat untuk merefleksikan perjalanan imannya, agar semakin diteguhkan dalam iman dan kepercayaan kepada Tuhan. Di tengah berbagai tantangan hidup, umat diingatkan bahwa kasih dan penyertaan Tuhan selalu hadir, sehingga tidak ada alasan untuk hidup dalam ketakutan.