Vigili Paskah : Berjalan Bersama Tuhan, Melewati Kegelapan Menuju Terang
Oleh Casey Jerdam
5 April 2026

VIGILI PASKAH, BERJALAN BERSAMA TUHAN MELEWATI KEGELAPAN MENUJU TERANG
Perarakan para petugas Misa yang terdiri dari misdinar, suster dan asisten imam, serta Bapa Uskup dan romo yang bertindak sebagai selebran, bergerak perlahan meninggalkan Sakristi menuju pintu utama gereja. Sabtu, 4 April 2026, pukul 18.00 WIB, merupakan Misa pertama Sabtu Suci di Gereja Hati Kudus Yesus Katedral Surabaya.
Uskup Surabaya Mgr Agustinus Tri Budi Utomo, memimpin rangkaian perayaan Sabtu Suci, yang diawali dengan prosesi cahaya. Suasana yang gelap karena semua lampu dipadamkan, perlahan menjadi terang setelah Lilin Paskah dinyalakan. Dari satu lilin Paskah itulah cahaya kecil disebarkan, sehingga menerangi kegelapan yang semula membuat orang yang berada dalam gelap tidak merasa nyaman. Terang itu adalah Yesus yang bangkit dari kematian, yang membawa terang dalam hati manusia yang hidup dalam dosa.
Lilin Paskah menjadi titik balik manusia yang hidup dalam kegelapan menjadi hidup dalam terang. Malam yang penuh pengharapan menjadi malam yang penuh optimisme, karena Tuhan Yesus menjadi cahaya bagi hati setiap manusia. Yesus tidak ada lagi di dalam makam, sehingga tidak ada kedukaan yang perlu ditakutkan, karena cinta Tuhan lebih besar dari setiap permasalahan.
Lilin di tangan kemudian dipadamkan karena lampu ruangan telah dinyalakan, namun Lilin dalam diri tidak akan pernah padam karena Tuhan telah menjadi penerang dan menuntun jalan hidup manusia pada hari ini dan sepanjang masa.
Pada Vigili Paskah ini juga menjadi saat yang dinantikan oleh 38 katekumen, yang akan menerima sakramen Baptis dan menjadi warga Gereja Katolik. Para Baptisan baru merupakan tamu istimewa di antara semua umat yang hadir, yang akan mengikrarkan pernyataan imannya di depan semua yang hadir pada Perayaan Ekaristi.
Pada malam Paskah ini seluruh umat Katolik yang hadir juga memperbarui janji baptis, untuk mengingatkan kembali dasar iman dan tugasnya sebagai pengikut Kristus. Baptisan menjadi tanda bahwa umat beriman menjadi manusia baru, baik dalam hal pikiran, perkataan, serta perbuatan.
Penulis: Casey Jerdam
Editor : Petrus Riski