Jumat Agung : Merenungkan Kasih Kristus Melalui Pengorbanan di Kayu Salib
Oleh Chelsea
5 April 2026
Hening yang Penuh Makna: Perayaan Jumat Agung di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus Surabaya
Sejak siang hari, umat mulai berdatangan ke Gereja Katedral Hati Kudus Yesus Surabaya untuk mengikuti Perayaan Jumat Agung, 3 April 2026. Suasana hening dan khusyuk sudah terasa sejak awal umat memasuki gereja dalam doa pribadi, mempersiapkan hati untuk mengenangkan sengsara dan wafat Tuhan Yesus Kristus.
Perayaan dipimpin oleh Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo dan diawali dalam keheningan tanpa lagu pembuka, menciptakan suasana duka yang mendalam. Dalam Liturgi Sabda, umat mendengarkan passio atau kisah sengsara Yesus yang didaraskan dengan penuh penghayatan. Dalam homilinya, Bapa Uskup mengajak umat untuk merenungkan kasih Kristus yang total melalui pengorbanan di kayu salib, serta menghidupi nilai pengampunan dan kasih dalam kehidupan sehari-hari.
Memasuki upacara penghormatan salib, suasana menjadi semakin haru. Salib yang sebelumnya tertutup kain ungu dibuka secara perlahan dalam beberapa tahap, sambil diserukan ajakan untuk memandang dan menghormati salib Kristus. Setiap pembukaan kain mengungkapkan makna penyingkapan misteri keselamatan, hingga akhirnya salib tampak sepenuhnya di hadapan umat.
Pada momen ini, penghormatan secara khusus dilakukan oleh Bapa Uskup dengan mencium salib sebagai tanda iman dan penghormatan. Sementara, umat mengikuti menghormati salib dalam doa dan keheningan dari tempat masing-masing.
Dalam liturgi Ekaristi, umat menerima Komuni Kudus yang telah dikonsekrasi pada perayaan Kamis Putih. Meskipun tanpa Doa Syukur Agung, suasana tetap sakral dan penuh makna, mengingatkan umat akan kehadiran Kristus yang tetap menyertai dalam penderitaan dan pengorbanan.
Seusai Misa, umat meninggalkan gereja dalam suasana tenang dan reflektif. Tidak ada lagu penutup, hanya keheningan yang mengajak setiap pribadi untuk terus merenungkan makna Jumat Agung. Banyak umat yang tetap tinggal sejenak untuk berdoa pribadi, memperdalam relasi dengan Tuhan dalam suasana yang penuh permenungan.
Perayaan Jumat Agung menjadi momentum penting bagi umat untuk memperbarui iman dan mempersiapkan diri menyambut sukacita Paskah, dengan membawa semangat pengorbanan dan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis : Chelsea
Editor : Petrus Riski