MISA KRISMA & PEMBAHARUAN JANJI IMAMAT KEUSKUPAN SURABAYA
Oleh Stevan Andreas
1 April 2026

Pada sore hari yang penuh rahmat, umat Katolik Keuskupan Surabaya berkumpul di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus untuk merayakan Misa Krisma. Perayaan ini dipimpin oleh Bapak Uskup Surabaya, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, didampingi oleh para Vikaris Episkopal (Vikep) dan ratusan imam yang berkarya di seluruh wilayah Keuskupan Surabaya
Dua Peristiwa Agung Misa Krisma memiliki dua fokus utama yang menjadi jantung liturgi:
- Pembaharuan Janji Imamat: Para imam secara bersama-sama memperbaharui komitmen pelayanan mereka di hadapan Uskup dan umat
- Pemberkatan Minyak Suci: Uskup memberkati tiga jenis minyak yang akan digunakan untuk pelayanan sakramen di seluruh paroki selama satu tahun ke depan
Mgr. Agustinus menekankan empat poin penting bagi para imam dalam menghayati panggilan mereka :
- Persatuan dengan Kristus: Imam dipanggil untuk menyangkal diri dan meletakkan ego demi menghadirkan Yesus melalui tangan, mata, dan perkataan mereka
- Pelayan Misteri Allah: Pentingnya kesetiaan imam dalam merayakan Ekaristi dan sakramen-sakramen lainnya, terutama pelayanan minyak suci bagi orang sakit yang tidak boleh ditunda
- Tugas Mengajar: Imam harus menyambut katekumen (calon baptis) dengan ramah dan menghindari kekerasan verbal atau ujaran kebencian dalam pengajaran/homili
- Gaya Hidup Sederhana: Meneladani kemiskinan Kristus dengan memilih hidup sederhana dan menghindari budaya flexing atau kemewahan duniaw
Uskup memberkati tiga minyak suci yang memiliki makna filosofis dan teologis:
- Minyak Katekumen (Oleum Catechumenorum): Untuk menguatkan mereka yang sedang mempersiapkan diri menerima baptisan.
- Minyak Orang Sakit (Oleum Infirmorum): Sebagai sarana penyembuhan dan penghiburan bagi mereka yang menderita sakit raga maupun jiwa.
- Minyak Krisma (Sancrum Chrisma): Minyak harum yang digunakan dalam sakramen Baptis, Krisma, dan Tahbisan sebagai tanda pemeteraian Roh Kudus.
Uskup mengajak seluruh umat untuk tidak mencela kelemahan para imam, melainkan mendukung mereka melalui doa dan evaluasi pribadi yang membangun. Beliau juga memohon doa bagi dirinya sendiri agar mampu menjadi gembala yang setia seturut teladan Yesus
Misa diakhiri dengan berkat meriah dan perutusan bagi para imam untuk kembali ke paroki masing-masing, membawa minyak suci yang baru diberkati sebagai tanda kehadiran rahmat Allah bagi seluruh umat di Keuskupan Surabaya