BackgroundBackground

Misa Kamis Putih: Mengenang Perjamuan Kudus dalam Keheningan Iman

Oleh Clara Edelways

3 April 2026

Image Thumbnail by Cathedral

Misa Kamis Putih: Mengenang Perjamuan Kudus dalam Keheningan Iman


Ribuan umat Katolik memadati Gereja Katedral Hati Kudus Yesus, Kamis, 2 April 2026, untuk mengikuti Misa Kamis Putih sebagai awal rangkaian Tri Hari Suci. Perayaan Ekaristi dilaksanakan dalam dua sesi, yakni pukul 18.00 dan 21.00 WIB.


Misa pada pukul 18.00 WIB dipimpin oleh Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, didampingi dua romo selebran. Dalam homilinya, Bapak Uskup menegaskan bahwa Tuhan senantiasa hadir bersama umat-Nya, yang secara nyata dialami dalam Ekaristi. Melalui Ekaristi, umat diingatkan bahwa mereka tidak pernah sendiri. Uskup juga menyampaikan, bahwa dalam Ekaristi, Tuhan sendiri yang mengorbankan diri-Nya, sebagaimana telah Ia nyatakan kepada para murid dalam perjamuan malam terakhir saat mengambil roti dan anggur, meskipun pada saat itu para murid belum sepenuhnya memahami makna tindakan tersebut.



Upacara ritus pembasuhan kaki menjadi wujud nyata teladan kasih Yesus yang harus dilanjutkan, yaitu harus saling melayani satu sama lain. Pembasuhan kaki dimaknai sebagai ajakan untuk membuka diri, mempersilakan Tuhan masuk dan merajai hidup setiap pribadi. Bapak Uskup bersama RD Dominikus Mardiyatto Rudi Septiadi, bertindak sebagai perwujudan Yesus yang membasuh kaki para rasul yang diperankan oleh 12 perwakilan umat.


Misa kedua dilaksanakan pada pukul 21.00 WIB, dengan selebran RD Cornelius Triwidya Tjahja Utama, dan RD Robertus Theo Elno Respati. Setelah perayaan Ekaristi, dilanjutkan dengan perarakan Sakramen Mahakudus dari Altar utama menuju altar kecil di bawah patung Hati Kudus Yesus, yang kemudian disemayamkan untuk tuguran. Suasana hening menyelimuti gereja saat umat meninggalkan tempat ibadah, menandai awal malam berjaga dalam doa dan refleksi.



Kamis Putih menjadi momen yang sarat makna, mengajak umat untuk merenungkan kasih dan pengorbanan Kristus, sekaligus mempersiapkan hati memasuki peristiwa sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya.










Penulis : Clara Edelways
Editor : Petrus Riski