BackgroundBackground

Pertemuan Asisten Imam PHKY: Memaknai Tugas Pelayanan Sebagai Perjumpaan Dengan Kristus

Oleh Petrus Riski

25 April 2026

Image Thumbnail by Cathedral

Pertemuan Asisten Imam Paroki Hati Kudus Yesus, Katedral Surabaya, Jumat 24 April 2026, mengangkat tema Memaknai Pelayanan Liturgi Asisten Imam Sebagai Perjumpaan dengan Kristus. Pemberi materi pembekalan adalah RD Robertus Theo Elno Respati. Pertemuan rutin bulanan ini bertempat di aula kecil lantai 2, dan dihadiri oleh 26 orang asisten imam.



Pelayanan asisten imam adalah membantu tugas imam atau pastor di paroki pada liturgi Ekaristi saat Misa di gereja, serta mengantarkan Ekaristi Kudus kepada umat lansia dan sakit yang tidak dapat pergi ke gereja. Selain itu, membantu melayani seputar kematian, ibadat, maupun pendalaman iman di lingkungan.



Romo Theo mengawali dengan cerita, bahwa pelayanan liturgi dan sakramen seringkali diirasa berat di sela-sela sekian banyak tugas di paroki. Peran asistem imam sangat penting untuk membantu tugas imam yang jumlahnya masih sangat kurang. Dalam menjalankan tugasnya, pelayan liturgi seringkali merasakan kejenuhan, karena tugas pelayanan hanya menjadi sebuah rutinitas.



"Pelayanan sering dirasa sebagai rutinitas karena tugasnya sudah terjadwal," kata Romo Theo.



Maka, sebagai pelayanan yang bersifat perutusan, asisten imam perlu menyadari tugasnya yang dipilih oleh Gereja. Pelayanan kata Romo Theo, harus disadari sebagai sebuah panggilan dan perutusan dari Allah, yang akan membawa pelaku pelayanan pada keikhlasan dan rasa syukur telah dipakai oleh Allah.



"Pelayanan itu harus bermakna pada mencintai Allah, dan membantu mempersiapkan serta mengantar banyak orang kepada rahmat kasih Allah. Karena melalui pelayanan liturgi yang dilakukan, kita sebenarnya mengalami perjumpaan secara langsung dengan Allah dalam diri orang lain yang kita layani," Romo Theo menjelaskan.



Pertemuan menjadi hidup dan dinamis karena peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil, dan merefleksikan serta membagikan pengalaman iman yang dirasakan selama melayani sebagai asisten imam. Perasaan-perasaan yang muncul baik positif maupun negatif, merupakan hal manusiawi yang perlu terus direnungkan dan dicari maknanya. Harapannya, asisten imam sebagai salah satu pelayan liturgi, semakin menyadari tugas perutusannya, yang telah dipanggil untuk terlibat dalam karya keselamatanNya.


Foto Oleh: Petrus Riski

Penulis dan editor: Petrus Riski