Perayaan Paskah Minggu di Gereja HKY
Oleh Theresia Lisieux
18 April 2026

Perayaan Paskah Minggu di Gereja HKY
Perayaan Hari Raya Paskah di Gereja Hati Kudus Yesus Katedral Surabaya, Minggu 5 April 2026, dihadiri ribuan umat yang memadati gedung gereja pada setiap jam Misa yang diselenggarakan.
Sukacita Paskah tergambar dari raut kegembiraan umat yang hadir sambil berjabat tangan mengucakan selamat Paskah kepada sahabat dan kenalan yang dijumpai. Misa Minggu Paskah pukul 10.00 WIB dipimpin oleh Uskup Surabaya Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo.
Dalam Homilinya, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, yang akrab disapa Uskup Didik, mengatakan bahwa jika Tuhan Yesus tidak bangkit dari kematian maka sia-sialah hidup manusia. Sebagai umat Kristiani dan hidup karena kasih karuniaNya yang begitu besar, peristiwa Paskah bukan sekadar peristiwa cinta tetapi bukti Allah mencintai manusia. Yesus yang bangkit adalah Tuhan Yesus yang mencintai manusia, dengan memberikan nyawaNya secara sukarela.
Sebagai manusia biasa yang berdosa, tentu tidak akan mampu menebus kesalahan yang telah dibuat, tetapi justru Tuhan Yesus berkenan menebus kesalahan kita dengan nyawaNya. Maka sudah sepatutnya manusia bergembira dan bersyukur kepada Tuhan atas cinta yang diberikan kepada umataNya.
Orang yang mendapatkan belas kasih dan cinta Allah, akan dilepaskan dicintai dari dosa, dan dibangkitkan dari kuburnya. Sedangkan orang yang tidak mempunyai cinta melakukan semuanya dengan kekesalan, kejengkelan, kemarahan, beban, dan dendam. Hal itu seperti jalan menuju kematian.
"Tetapi, bila mempunyai cinta, dan cinta
itu lebih tinggi dari segala hal, maka kita tidak akan mampu dikalahkan oleh kubur kematian. Kita akan terlepas, dan kita akan bangkit bersama Yesus," kata Uskup Didik.
Ditambahkannya, bahwa barangsiapa melakukan segala sesuatu karena mencintai Tuhan, dan merasa bersyukur karena telah dicintai oleh Tuhan, maka ia telah menjadi keajaiban yang sedang berjalan di bumi ini.
"Hidup kita akan Ajaib, penuh cahaya kebangkitan. Kalau kita selalu merasa dicintai oleh Tuhan Yesus dan kita melakukan segala apapun dengan cinta, kesalahan sebesar apapun, kegagalan masa lalu, sefatal apapun, jikalau kita hadapi dengan cinta, maka kita akan mampu keluar dari kubur kosong itu," ujar Uskup.
Paskah tidak berhenti pada perayaan di gereja saja, tetapi perlu juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai seperti pengampunan, kasih, pengorbanan, dan harapan, menjadi inti dari kehidupan yang terus diperbarui. Paskah mengajak kita semua untuk bangkit dari keterpurukan, memperbaiki diri, dan menjalani hidup dengan penuh iman, harapan, dan kasih, seperti yang telah Yesus Kristus ajarkan kepada kita semua. Dengan memahami makna Paskah, setiap orang diajak untuk hidup dalam terang dan kasih, serta menjadi berkat bagi sesama.
Penulis : Theresia Lisieux
Editor : Petrus Riski