Akulah Kebangkitan Dan Hidup
Oleh Theresia Lisieux
25 Maret 2026

HARI MINGGU PRAPASKAH V
Minggu, 22 Maret 2026. Gereja Hati Kudus Yesus Katedral Surabaya kembali dipenuhi umat yang mengikuti misa dalam masa prapaskah. Suasana hening dan khidmat tampak didalam gedung Gereja. Keteduhan iman dalam suasana damai, dan pertobatan selama masa prapaskah. Minggu ini adalah masa prapaskah terakhir dalam kalender liturgi Gereja Katolik.
Bacaan Injil dikutip dari Injil Yohanes 11:3-7, 17, 20-27, 33-34, 36-45 yang berbunyi [3] Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: ”Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit.” [4] Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: ”Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.” [5] Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus. [6] Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada; [7] tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: ”Mari kita kembali lagi ke Yudea.”
[17] Maka ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur.
[20] Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. [21] Maka kata Marta kepada Yesus: ”Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. [22] Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.” [23] Kata Yesus kepada Marta: ”Saudaramu akan bangkit.” [24] Kata Marta kepada-Nya: ”Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.” [25] Jawab Yesus: ”Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, [26] dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” [27] Jawab Marta: ”Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.”
[33] Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata: [34] ”Di manakah dia kamu baringkan?” Jawab mereka: "Tuhan marilah dan lihatlah"
[35] Maka menangislah Yesus.
[36] Kata orang-orang Yahudi: ”Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!” [37] Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: ”Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?” [38] Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu. [39] Kata Yesus: ”Angkat batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: ”Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.” [40] Jawab Yesus: ”Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?” [41] Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: ”Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. [42] Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” [43] Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: ”Lazarus, marilah ke luar!” [44] Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: ”Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.” [45] Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.
Dalam Khotbahnya, Romo berkata bahwa Injil ini kita belajar kisah tentang Mukjizat bahwa Allah hidup didalam diri Yesus. Seperti kisah Lazarus yang kembali bangkit karna Yesus, demikian pula kita manusia. Manusia yang telah mati akan kembali bersatu dengan Allah Bapa di Surga sama seperti yang dilakukan oleh Yesus kepada Lazarus. Meskipun kita selalu jatuh bangun dalam dosa kedagingan dan duniawi, kasih Allah tidak pernah berkesudahan. Kasih-Nya akan terus mengalir dalam kita, dalam diri kita, karna diri kita adalah Bait Allah itu sendiri. Oleh karena itu pula, meskipun kita pernah menjadi domba yang hilang arah, pada akhirnya kita akan menemukan jalan pulang yang paling aman, dan jalan yang lebih baik dari apapun itu.
Marta saudari Lazarus awalnya merasa marah karna Yesus tidak ada disana dengan mereka, untuk mencegah Lazarus agar tidak meninggal. Tapi, sebagaimana takdir telah digariskan untuk kita manusia, maut akan datang pada waktunya dengan cara tidak terduga. Itu adalah cara Allah untuk menjemput kita, anak-anak-Nya yang nanti akan bersatu dengan Bapa di Surga.
Namun, kita juga perlu mengingat bahwa meskipun masih ada teman-teman kita, saudara kita, keluarga kita yang masih belum benar-benar kembali kepada Yesus, suatu saat nanti mereka akan menemukan jalannya. Karna hanya Yesus, jalan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, jika tidak melalui Yesus Kristus sang Putra dan juru selamat kita manusia.
Berkah Dalem. 🙏🏻