Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia
Oleh Chelsea
21 Maret 2026

“Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia,”
Pagi ini Minggu tanggal 15 Maret 2026, di Gereja Katedral Surabaya, misa dipersembahkan oleh RD. Laurensius Rony menjadi momen yang sungguh berkesan dan menyentuh hati umat yang hadir. Dalam suasana hening dan penuh penghayatan masa Prapaskah keempat, setiap bagian perayaan terasa hidup dan bermakna. Umat tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga terlibat secara batin, membawa doa, harapan, dan pergumulan hidup masing-masing ke hadapan Tuhan. Homili Romo yang disampaikan mengalir sederhana namun mendalam, mengajak setiap orang untuk berani melihat ke dalam diri, memperbaiki yang kurang, dan kembali berjalan setia bersama Tuhan.
Dalam bacaan pertama, semakin memperkuat pesan iman yang disampaikan. Dari kisah perjanjian Allah dengan Abraham dalam Kitab Kejadian (Kejadian 15:5-12, 17-18), umat diingatkan akan kesetiaan Tuhan yang tidak pernah berubah, bahkan ketika manusia sering kali ragu. Mazmur tanggapan menggema sebagai ungkapan kepercayaan: Tuhan adalah terang dan keselamatan, tempat perlindungan yang sejati. Dalam bacaan kedua dari Surat kepada jemaat di Filipi (Filipi 3:17 – 4:1), umat diajak untuk menata kembali arah hidup agar tetap berpusat pada Kristus, bukan pada hal-hal duniawi yang sementara.
Puncaknya, Bacaan Injil dikutip dari Injil Lukas (Lukas 9:28b-36) berkisah tentang peristiwa Yesus dimuliakan di atas gunung, memberikan pengalaman rohani yang mendalam. Gambaran kemuliaan Kristus yang disaksikan oleh para murid seakan mengingatkan umat bahwa di balik setiap kesulitan hidup, ada harapan akan kemuliaan yang disiapkan Tuhan. Suara dari surga yang berkata, “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia,” terasa begitu personal, seolah ditujukan langsung kepada setiap hati yang hadir saat itu.
Perayaan Ekaristi hari itu meninggalkan kesan yang hangat dan mendalam. Umat pulang bukan hanya dengan rutinitas yang telah dijalani, tetapi dengan hati yang diperbarui, iman yang diteguhkan, dan semangat baru untuk menjalani hidup dengan lebih setia. Misa ini menjadi pengingat bahwa dalam keheningan dan kesederhanaan, Tuhan selalu hadir, menyapa, dan menguatkan setiap langkah kehidupan umat-Nya.
Berkah Dalem