BackgroundBackground

Mewujudkan Iman melalui Panca Tugas Gereja

Oleh CASEY JERDAM

10 Maret 2026

Image Thumbnail by Cathedral

MISA MINGGU PRAPASKAH KETIGA


Hari Minggu, 8 Maret 2025 sore di Gereja Hati Kudus Yesus Katedral Surabaya sedang berlangsung misa prapaskah ketiga. Misa dipimpin oleh RD. Cornelius Tri Widya Tjahja Utama.


Bacaan Injil diambil dari Yohanes 4:5-15.19b-26.39a.40-42 mengisahkan tentang percakapan Yesus dengan perempuan samaria. 

(5)Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf.(6)Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.(7)Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum."(8)Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.(9)Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)(10)Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."(11)Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?(12)Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?"(13)Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,

(14)tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."(15)Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."(19)Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.(20)Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah."

(21)Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.

(22)Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.

(23)Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.(24)Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

(25)Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami."(26)Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau."(39)Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat."(40)Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Iapun tinggal di situ dua hari lamanya.(41)Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya,(42)dan mereka berkata kepada perempuan itu: "Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia."


Dalam homilinya, Romo mengumpamakan kita yang sedang melakukan perjalanan jauh dan pastinya kelelahan. Dalam perjalanannya, kita tak lupa untuk menyiapkan bekal. Belajar dari perjalanan ini kita pasti akan mengalami berbagai resiko yang ada. Hal ini juga sama dengan masa prapaskah yang mengajarkan kita untuk menyiapkan bekal dan bersiap untuk menerima resiko yang akan kita hadapi dalam perjalanan paskah. 

Kita diajak untuk berani menerima dan membuka hati kepada Tuhan Yesus seperti yang dilakukan perempuan samaria dalam Injil. Kita juga diajak untuk membuka pikiran dengan membaca kitab suci agar hubungan kita dan Tuhan semakin baik. Dalam minggu paskah ketiga ini kita juga diajak untuk  menimba air hidup agar kita tidak haus lagi dan pembaharuan diri seperti orang samaria yang memperbaharui hidupnya untuk membawa manusia yang lama, manusia yang dikenal Tuhan lewat panca tugas gereja yaitu; kerygma (pewartaan), diakonia (pelayanan), koinonia (persekutuan), liturgia (ibadah), martyria (kesaksian)


Mari kita melewati paskah dengan penuh ketaatan dan kesadaran akan diri kita agar selalu dalam sukacita.


Berkah Dalem.