Sejarah Karismatik di dunia
Gerakan Pembaharuan Karismatik Katolik secara besar-besaran muncul setelah konsili vatikan ke II. Saat itu, Paus Yohanes Paulus XXIII menyusun suatu doa yang dibacakan setiap hari selama konsili berlangsung. Dalam doanya, Bapa Suci menyampaikan permohonan agar Roh Kudus memperbaharui kehidupan umat Katolik.
Pembaharuan Karismatik Katolik (PKK) lahir tepat pada bulan Februari 1967 ketika beberapa mahasiswa dan mahasiswi Univ Duquesne (baca: du-kein) (AS) mengalami pencurahan Roh Kudus melalui doa adorasi dalam retret di Pittsburgh, AS. Setelah mengalami pencurahan Roh Kudus, mereka kemudian memperoleh karunia-karunia Roh Kudus.
Pada tahun 1972, Kardinal Suenens mengalami secara pribadi pembaharuan karismatik ini ketika datang ke Amerika. Ia terpesona dengan pengalaman Roh Kudus tersebut dan ia ingin agar gereja Katolik dapat bertumbuh seperti apa yang terjadi saat Pentakosta. Kemudian, PPK menyebar hingga sampai di Indonesia.
Sejarah karismatik di Indonesia
Menurut catatan sejarah, di tahun 1970 muncul berbagai persekutuan doa ekumenik yang dengan cepat memukau umat Katolik. Pada tahun 1976, Uskup Agung Jakarta, Mgr. Leo Soekoto, SJ mengundang dua tokoh yaitu Pastor O Brien, SJ dan H. Schneider, SJ menyelenggarakan “Seminar Hidup Baru”.
Pada awal Mei 1976 diadakan serangkaian ceramah pertama untuk para iman di seluruh Jakarta. Ceramah berikutnya tentang PKK yang disampaikan kepada kelompok biarawan-biarawati se-Jakarta, lalu menyusul kesempatan untuk tokoh-tokoh kaum awam Katolik Jakarta dengan jumlah yang terbatas (14 Mei 1976).
Kedatangan dua imam Yesuit ini bukanlah sekedar memperkenalkan Pembaharuan Karismatik Katolik. Rangkaian acara demi acara tersebut telah menciptakan peluang untuk bertumbuhnya PKK di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Pembaharuan Karismatik Katolik bukanlah milik segelintir orang tertentu di luar gereja. Pembaharuan Karismatik Katolik adalah pembaharuan Gereja dan milik seluruh umat Gereja.
Karunia bahasa roh ternyata tidak hanya diperoleh melalui penumpangan tangan saja. Berikut ini adalah beberapa pengalaman mendapatkan karunia bahasa roh. Ada yang melalui doa adorasi, rosario dan bahkan doa pribadi. Pengkhotbah kepausan Fr. Reniero Cantalamessa memperoleh karunia bahasa roh dalam doa pribadinya. Mother Angelica, seorang biarawati karmelit di Amerika memperoleh karunia bahasa roh dalam doa brevier/ibadah harian, tepatnya saat membaca teks kitab suci.
Pembaharuan ini di Indonesia sendiri dimulai pada tahun 1975. Pada mulanya Pembaharuan Karismatik Katolik ini tidak direstui, namun melihat perkembangannya yang pesat, Paus Paulus VI dan Paus Yohanes Paulus II memberikan dukungan positif. Paus Yohanes II mendukung pembaharuan ini pada th 1983. Kepengurusnnya secara internasional dinamakan International Carismatic Chatolic Renewal Services (ICCRS). (Maria)
Sumber: