BERBAHAGIALAH KAMU YANG MISKIN, KARENA KAMULAH YANG EMPUNYA KERAJAAN ALLAH
Oleh Chelsea
24 Februari 2026

“BERBAHAGIALAH KAMU YANG MISKIN, KARENA KAMULAH YANG EMPUNYA KERAJAAN ALLAH”
Perayaan Ekaristi pagi ini, Minggu Biasa Keenam, dirayakan dengan penuh khidmat di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus Surabaya. Umat yang hadir bersama-sama memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan, seraya membuka hati untuk mendengarkan sabda-Nya yang meneguhkan dan menguatkan langkah iman dalam kehidupan sehari-hari.
Minggu Biasa Keenam menghadirkan sabda Tuhan yang berbicara tentang kebahagiaan sejati, sebagaimana diwartakan dalam Injil menurut Yesus Kristus. Dalam Sabda Bahagia, Yesus menyampaikan pesan yang tampak berlawanan dengan cara pandang dunia: berbahagialah orang miskin, yang lapar, yang menangis, dan yang dibenci karena Anak Manusia. Sabda ini mengundang umat untuk merefleksikan kembali di mana sesungguhnya kebahagiaan itu ditemukan.
Dalam homilinya, Romo mengajak umat untuk memahami bahwa kebahagiaan sejati tidak diukur dari kelimpahan materi, kenyamanan hidup, ataupun pujian manusia. Dunia sering kali menilai keberhasilan dari kekuasaan, kekayaan, dan popularitas. Namun Yesus menunjukkan bahwa kebahagiaan sejati berakar pada kepercayaan penuh kepada Allah, pada hati yang tidak melekat pada hal-hal duniawi, dan pada kesetiaan dalam mengikuti kehendak-Nya.
Romo menegaskan bahwa kemiskinan yang dimaksud bukan semata-mata kekurangan materi, melainkan sikap batin yang menyadari ketergantungan total pada Tuhan. Orang yang “miskin di hadapan Allah” adalah mereka yang rendah hati, terbuka, dan tidak mengandalkan kekuatan sendiri. Dalam sikap inilah Kerajaan Allah hadir dan bekerja.
Sabda hari ini juga menjadi pengingat bahwa hidup sebagai murid Kristus tidak selalu mudah. Ada tantangan, penolakan, bahkan penderitaan. Namun di tengah semua itu, Tuhan menjanjikan penghiburan dan sukacita yang melampaui keadaan duniawi. Harapan Kristiani bukanlah harapan semu, melainkan harapan yang berakar pada janji keselamatan.
Dalam perayaan Ekaristi ini, umat kembali diingatkan bahwa Ekaristi adalah sumber kekuatan untuk menjalani panggilan hidup sebagai murid Kristus. Dari satu roti dan satu piala, umat dipersatukan dalam kasih, diteguhkan dalam pengharapan, dan diutus untuk menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah di tengah keluarga, tempat kerja, dan masyarakat.
Melalui Perayaan Ekaristi Minggu Biasa Keenam ini, umat diharapkan semakin menyadari bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada apa yang dimiliki, melainkan pada siapa yang diimani. Dengan menaruh kepercayaan penuh kepada Tuhan, umat dipanggil untuk menjadi saksi harapan, pembawa sukacita, dan tanda kasih Allah di tengah dunia.
Berkah Dalem 🙏